Posts

Something wrong.

 I don't know what this is. I have a mixed feelings about my romantic interest. I am confusing. I feel doubt of myself. I am not sure what is this. I really want to fix it as soon as possible, but I can't. I have to wait. I have to be patient to understand everything, to open up layer by layers. Sometimes God's plan is not visible if we are in a hurry. I face something that seems like I have to give up about my dreams and just try the best for whichever life's providing me. But in the other hand, it seems like what I want is in front of me and need me to be honest and fight for that, because it looks really difficult and almost impossible. But I know that this is what I want and what I am dreaming for.  It looks like something wrong with me. It feels like something, I am too afraid to be honest about my feelings. Only God knows. I really want to surrender, but sometimes I do not believe, and I just force God to do what I like, and I am being too greedy. I should not do ...

Aku Lagi

Image
 Hai.. Sapaku pada diriku sendiri yang sudah menginjakkan kaki di usia 30. Waah,,, cepat sekali hari-hari berlalu. Ada begitu banyak hal yang bertumbuh dan berubah. Lalu bagaimana denganku? Tentu saja, aku masihlah Sweetry yang seperti biasanya. Sweetry yang masih menertawakan kehidupan, menikmatinya, sesekali menangis dan mengeluh dalam diam, dan emosional. Rasa-rasanya tidak banyak hal yang berubah, hanya perubahan berat badan yang signifikan yang sedang kuupayakan untuk kembali ideal. Hhahaaha. Ini aku sekarang. Gemoy bukan? LOL. 3 tahun sudah aku menjalani hidup sangat jauh dari keluarga dan orang-orang terdekat sekaligus orang2 yang tanpa kusadari selama ini berusaha memanipulasi dan memanfaatkan kehidupanku. Rasanya cukup fresh, kepalaku cukup berisik karena aku mulai mengatur langkah2ku sendiri. Aku tidak bersandar dan bergantung pada siapa-siapa lagi. Aku mulai mandiri dan menghadapi kesulitanku sendiri. Rasanya cukup melelahkan ya. But it's okay. Sepertinya ini membuatku t...

Sang Puan yang Berisik.

Aku membenci para munafik yang seolah tersenyum memandangku tetapi memegang belati di balik punggungnya dan bersiap menikamku. Aku muak dengan para bangsat yang bertopeng seperti pahlawan tapi matanya hijau saat mulutnya disumpal uang, pantatnya diberi bangku yang nyaman. Aku jengah dengan semua kepalsuan para penguasa yang seolah berdiri untuk kaum tertindas, namun ketika para pengecut, sanak saudara yang bersembuyi di balik jas keluarga yang katanya penguasa itu mulai menindas, mereka mulai berperan seperti Tuhan yang menyelamatkan para pendosa. Ah bukan, nyatanya mereka adalah budak dosa yang memanjakan para pendosa dan memujanya tinggi-tinggi. Aku marah. Perasaan yang sudah lama kuabaikan. Perasaan yang bertahun-tahun ini rasanya telah dapat kukendalikan. Tapi ketidak-adilan di depan mata ini membuat AMARAH ini tidak bisa kuredam lagi. Ini yang kutakutkan ketika aku marah, saat aku KEHILANGAN RASA TAKUTKU! Kepalaku tiba-tiba sangat bising, berisik dan menuntut. Semua suara-suara i...

Terluka

 Terluka di usia dewasa itu sangat menyakitkan ya. Kita tidak lagi bisa melupakan dengan mudah seperti kita di kala belia. Semakin hari, semakin banyak hal yang membuat kita enggan membuka asa. Terluka saat dewasa benar-benar berbeda.  Ia bahkan datang dari rasa tidak menghargai. Terkadang ingin mengasihi orang lain dengan tulus, tetapi oranglain malah menghancurkan dengan tidak menghargai semuanya.  Benar, sabar itu ada batasnya. dan Toxic itu ga ada obatnya. Kadang suka heran dengan orang-orang yang suka mengeluhkan orang-orang toxic di sekitarnya, namun nyatanya ia sendiri juga toxic. Berekspektasi tinggi kepada orang lain untuk kebahagiaan dan cita-citanya. Diberi nasihat tidak mendengar malah semakin meninggi. Ketika kita merendahkan hati, eh malah semakin diinjak dan menyuruh kita melakukan hal-hal yang ga wajar. Ingin memahami seberapa besar lukanya hingga ia terus berusaha melukai orang di sekitarnya, tapi aku terlalu takut untuk kembali terluka dengan sikap kasar...

Sebuah rasa bernama PENYESALAN

 Hai, Hari ini aku akan bicara tentang seseorang yang berbeda. Seseorang yang tidak pernah kusangka akan membuatku benar-benar merasa kehilangan sekarang. Seseorang yang tidak pernah kusebutkan dalam tulisan-tulisanku sebelumnya. Seseorang yang pernah kecewa mengetahui bahwa tulisan itu bukan tentangnya. Ya, seseorang yang pernah menjadi jawaban doaku dari Tuhan dikala aku sangat terpuruk. Seseorang yang sudah berulangkali kuuji dari doaku, lelaki pertama dalam hidupku yang berkata "Aku sedang mendoakanmu". Seseorang yang sangat baik dan dikasihi Tuhan. Ya, aku sangat percaya Tuhan begitu sayang padanya. Dan hal terbodoh dalam hidupku adalah fakta bahwa aku menyakiti hati anak kesayangan Tuhan.  Setelah melepaskan dengan berbagai alasan, aku berharap bisa bahagia dalam kebebasan yang kuciptakan ini, tapi nyatanya kungkungan ini jauh lebih sempit dan mengkungkungku dengan lebih menyakitkan. Lebih menyedihkannya, sekarang aku terkungkung sendiri, tidak seperti yang lalu bahwa a...

Benar kan?

Image
  Hahaha. Lucu sekaligus menyedihkan. Katanya hidup seperti roller coaster, yes! That's my life. Banyak sekali hal yang tidak kumengerti dalam hidup ini. Datang bergantian, kadang menggugah hati, memutar otak dan mengombang-ambingkan iman. Suka heran dengan apa yang pernah terjadi, yang sedang terjadi dan yang akan terjadi.   Suka heran juga dengan orang-orang yang datang, pergi dan menetap.   Semakin banyak hal yang kita ketahui dan kita hadapi, kita malah semakin bingung bagaimana seharusnya menjalani hidup.    Di tengah-tengah gemuruh ombak yang riuh ini, kadang-kadang membuat kita hampir kehilangan jati diri kita. Meski begitu, aku masih suka bingung sama diri sendiri, sebenarnya apa dan siapa jati diriku? Suka insecure sama diri sendiri dan mulai kehilangan arah. Tapi Tuhan baik, Ia selalu tolong dengan pikiran-pikiran positif, walau lagi-lagi hati tak bisa menutupi kesedihannya. Benar kan?  Hidup ini tidak selalu tentang yang indah, ada terpuruk dan j...

LELAH

Entahlah, kukira aku sangat kuat untuk menahan semuanya dan mencoba mengatasinya sendirian. Kukira aku tidak apa dan mencoba menghadapi semuanya dengan tegar dan dengan lapang dada. Tapi ternyata aku tidak sekuat itu. Ingin rasanya dunia berhenti beberapa saat untukku bisa menata kembali hatiku sampai benar-benar pulih. Sayangnya kalimat 'benar-benar pulih' rasanya tidak akan pernah ada di muka bumi ini. Nyatanya saat aku berusaha menata hati, mencoba bangkit dan memulai hal baru, ternyata hal baru yang datang bukannya membantuku menata hati, tapi malah menghancurkannya kembali dan aku susah payah lagi di bawah, menahannya sendiri dan memilih tidak menyalahkan siapa-siapa, mencoba tegar dan lagi lagi menanggungnya sendiri. Aku lagi-lagi bersalah kepada tubuh dan hidupku dengan membebankan seluruh hal ini. Rasanya ingin menangis, tapi apa aku bisa? Tentu saja tidak! Hahhaha. Tugas-tugas semakin menumpuk dan aku bahkan tidak bisa memulai, aku tidak bisa tidur tenang karena pikir...