Aku Lagi

 Hai..

Sapaku pada diriku sendiri yang sudah menginjakkan kaki di usia 30.

Waah,,, cepat sekali hari-hari berlalu. Ada begitu banyak hal yang bertumbuh dan berubah.

Lalu bagaimana denganku? Tentu saja, aku masihlah Sweetry yang seperti biasanya. Sweetry yang masih menertawakan kehidupan, menikmatinya, sesekali menangis dan mengeluh dalam diam, dan emosional. Rasa-rasanya tidak banyak hal yang berubah, hanya perubahan berat badan yang signifikan yang sedang kuupayakan untuk kembali ideal. Hhahaaha. Ini aku sekarang. Gemoy bukan? LOL.



3 tahun sudah aku menjalani hidup sangat jauh dari keluarga dan orang-orang terdekat sekaligus orang2 yang tanpa kusadari selama ini berusaha memanipulasi dan memanfaatkan kehidupanku. Rasanya cukup fresh, kepalaku cukup berisik karena aku mulai mengatur langkah2ku sendiri. Aku tidak bersandar dan bergantung pada siapa-siapa lagi. Aku mulai mandiri dan menghadapi kesulitanku sendiri. Rasanya cukup melelahkan ya. But it's okay. Sepertinya ini membuatku tumbuh lebih baik. Sejak semula aku sudah tahu bahwa jalanan dunia ini tidak mudah, atau mungkin tidak pernah mudah. Kita tidak mungkin selalu menang, ada kalanya kita kalah, ada saatnya kita mengalah, bahkan ada saat dimana kita dipaksa kalah dan mengalah. Lalu setelah itu, apakah semuanya berakhir? Tentu tidak semudah itu juga menemukan akhirnya. Banyak kejutan-kejutan manis dalam tiap pahit, getir dan kesulitan yang kita hadapi. Nyatanya kehidupan sekompleks itu.

Si Sweetry yang ambisius di usia 20annya sempat ketakutan menjelang 30an. Khawatir bahwa akan begitu banyak hal yang berubah, ekspektasi yang terlalu tinggi, kehidupan yang makin keras dan waktu yang semakin sedikit untuk setiap pencapaian-pencapaian yang ditargetkan society dan kadang diri sendiri. Oleh karenanya, di akhir 2024 aku membuat suatu harapan untuk diriku sendiri. Harapan sederhana, yang kuharap menjadi pondasi kuatku menjalani kehidupan 30an, yaitu 'Bersikap Tenang'.

Nah, tahu kan kalau kita minta sesuatu sama Tuhan, yang dikasih bukan hal yang kita minta tapi pelajaran dan latihan untuk kita bisa mendapatkan hal yang kita minta dengan kekuatan kita. Yup! Saat aku minta ketenangan, kehidupanku di 2025 dibuka dengan masalah, masalah, masalah, dan keributan. Hahaha, Tuhan memang guru terbaik!!

Puji Tuhan semua terlalui. Tentu saja tidak semudah itu melaluinya. Apakah saat ada masalah aku langsung tenang? hmmm,, sangat jauh dari harapan ya teman-teman. Tidak usah berharap banyak. Wkkwkwkwk. Tentu saja emosi jadi yang terdepan. Tapi tau Sweetry toh? Setelah emosi, nangis-nangis sendirian di kamar sambil merenung. Menata ulang kembali apa yang sedang terjadi, evaluasi, dan mengambil kesimpulan. Masalah satu persatu terlalui, belum maksimal. Hingga akhirnya di bulan 3 keributan besar terjadi. Keributan yang tidak pernah kuinginkan dan kubayangkan. Untuk seorang Sweetry yang sangat malas ribut dan bermasalah, tentu ini bukan cita-cita yang mulia. LOL. Tapi ajaibnya, meski kepala harus sakit, mental break down, tapi di sana aku dilatih menemukan cara untuk menenangkan diriku di tengah keributan yang sangat kacau balau. Aku belajar mengendalikan rasa ingin tahuku yang sering dimanfaatkan orang untuk menjatuhkanku. Aku belajar membatasi komunikasi untuk hal-hal yang menyebabkan keonaran yang lebih lagi. Aku belajar menahan diri untuk berkomunikasi kepada orang-orang di sekitarku agar apiku tidak menyakiti mereka. Aku belajar berdiam diri untuk sesaat dan berani untuk 'BERHENTI' dari semuanya. Bahkan meminta waktu kepada dosen untuk absen, sekedar untuk memberi ruang bagi diriku sendiri dan Tuhan untuk mencerna dan menghadapi semuanya dengan mata terbuka. 

Aku bukan lagi Sweetry yang segera ingin mengalihkan dan melupakan masalahnya. Aku tidak lagi berusaha menutupi kelemahanku dengan pura-pura kuat dan pura-pura tertawa. Aku bukan lagi Sweetry yang menyiksa dirinya sakit sendirian. Aku mulai berani untuk keluar kamar dan meminta pelukan kepada orang di sekitarku (dalam kasus ini roommate-ku), dan menunjukkan kelemahanku dan memecahkan isak tangisku. Aku tidak lagi menyiksa diri sendirian. Dan nyatanya itu 

MENENANGKAN.

Saat ini sudah memasuki pertengahan tahun 2025.

Pelajaran setengah tahun ini sangat luar biasa. Aku tahu akan ada pelajaran-pelajaran lain di sisa tahun ini. Dan aku sudah melihat ada hal-hal lain yang mulai harus aku hadapi dengan ketenangan. Aku tidak tahu apakah ini akan menjadi pelajaran yang menyenangkan mulai dari proses hingga akhirnya, atau harus ada ujian-ujian lainnya? Aku juga tidak tahu apakah ujian kali ini menimbulkan keributan, atau lebih memberikanku ketenangan yang paling menenangkan?

Demi ketenangan, aku berusaha untuk tidak memiliki ekspektasi berlebih dan hanya berusaha hadir untuk diriku dan orang-orang di kehidupanku hari demi hari. Melakukan yang terbaik, mengasihi mereka, menikmati tiap kalimat yang kami ucapkan dan tiap momen yang kami lakukan bersama orang-orang dalam hidupku. Sedikit demi sedikit mengeliminasi hal-hal negatif dan pikiran-pikiran yang tidak berguna. Semoga ini membantu pertumbuhanku untuk menjadi pribadi yang lebih tenang lagi.

Ini aku lagi.

Dengan segala proses pertumbuhanku.

Dengan segala kelemahanku, dan segala kejutan-kejutan manis di setiap prosesnya.

Terima kasih Tuhan untuk setiap pelajaran ini.

You are the best teacher ever. I will never stop to learn from You, o Lord.

Comments

Popular posts from this blog

Bongkahan Hati yang Ternyata Tidak Pernah Hancur

AKU MASIH DI LINGKARAN YANG SAMA

Tentang Pria yang Sama