Terluka
Terluka di usia dewasa itu sangat menyakitkan ya. Kita tidak lagi bisa melupakan dengan mudah seperti kita di kala belia. Semakin hari, semakin banyak hal yang membuat kita enggan membuka asa. Terluka saat dewasa benar-benar berbeda. Ia bahkan datang dari rasa tidak menghargai. Terkadang ingin mengasihi orang lain dengan tulus, tetapi oranglain malah menghancurkan dengan tidak menghargai semuanya. Benar, sabar itu ada batasnya. dan Toxic itu ga ada obatnya. Kadang suka heran dengan orang-orang yang suka mengeluhkan orang-orang toxic di sekitarnya, namun nyatanya ia sendiri juga toxic. Berekspektasi tinggi kepada orang lain untuk kebahagiaan dan cita-citanya. Diberi nasihat tidak mendengar malah semakin meninggi. Ketika kita merendahkan hati, eh malah semakin diinjak dan menyuruh kita melakukan hal-hal yang ga wajar. Ingin memahami seberapa besar lukanya hingga ia terus berusaha melukai orang di sekitarnya, tapi aku terlalu takut untuk kembali terluka dengan sikap kasar...