Masa yang Berlalu.

Masa Yang Berlalu

Hai.
Kalender itu menunjukkan tahun yang telah berlalu.
Ada kau dan aku di sana.
Tapi nyatanya, di tahun tahun itu kita memutuskan untuk tidak lagi bersama.
Bukan karena kasihku berubah.
Tapi ini tentang bagaimana aku mengubah cara pandang dan menemukan cara lain untuk mengasihimu.
Ini bukan karna kita ingin meninggalkan satu sama lain.
Tapi ini karena kita ingin meninggalkan luka, marah dan kekecewaan yang kita pelihara bertahun-tahun.
Ini bukan tentang kita yang ingin mencari kebahagiaan lain.
Tapi ini tentang mengerti arti kebahagiaan dari sisi yang berbeda. Dan ini adalah cara paling tepat untuk membahagiakan diriku dan membahagiakan dirimu.

Aku pernah ada dan menjadi luka untukmu.
Aku pernah di sana dan menjadi air matamu.
Aku pernah tinggal dan menjadi derita serta kecewa bagimu.
Aku pernah ada, tapi seperti lebih baik jika aku tidak ada.
Haha.
Lucu ya.

Aku tidak akan katakan Tuhan tidak adil.
Aku justru terheran denganNya, Dia terlalu mengenal kita. :)

Tahun telah berlalu.
Kita mulai dari angka 1 di angka terakhir tahun yang baru ini.
Aku tak tahu aku ingin apa.
Aku hanya berserah pada rencanaNya.
Dan kuharap aku sangat bahagia dalam menjalaninya. Pun demikian denganmu.
Semoga kau masih ingat.
Bahwa bahagiamu, sangat berarti bagiku,
Dengan, atau Tanpaku!

Kristus mengasihi kita :) 

 

Comments

  1. Puncak dari mencintai adalah melepaskan yang tidak bisa digenggam.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Bongkahan Hati yang Ternyata Tidak Pernah Hancur

AKU MASIH DI LINGKARAN YANG SAMA

Tentang Pria yang Sama