SPIRITUALITAS

 


Spiritualitas



Spiritualitas bicara tentang Spirit, Roh, Semangat, Kehidupan..

Spiritualitas tidak sebatas  bicara mengenai puasa, doa dan membaca Alkitab...

Spiritualitas lebih konsern kepada "mempersembahkan tubuh dan hidup kita untuk dipakai oleh Roh Allah, taat dan tunduk kepada kehendak Roh, bukan lagi kehendak diri sendiri, dimana Roh Allah akan berdiam dalam diri kita dan menguasai serta mengontrol diri kita. 


Spiritualitas tidak bicara tentang usaha kita mendekatkan diri kepada Tuhan, tapi bicara tentang diri yg sudah dikuasai Roh.. Diri yg tidak sekedar dekat, tapi justru sudah diisi oleh Roh Allah itu sendiri. Sehingga Roh Allah dapat bekerja lewat hidup kita. Kuasa Allah nyata dari kehidupan kita.

Bicara tentang spiritualitas adalah bicara tentang mengosongkan diri (kontempelasi) dan membiarkannya menjadi milik Roh Allah (Spirit).


Persoalan doa, puasa dan membaca firman bukan esensi utama, itu hanya sebuah praksis pendukung spiritualitas. Karena spiritualitas bicara tentang memberikan/ mempersembahkan diri untuk Tuhan pakai melakukan hal2 besar di dunia, maka, tubuh seperti apa yang mau kita persembahkan? Tentu kita harus mempersembahkan tubuh yang layak, yakni yg tidak bercela, bagaimana kita memperolehnya? Melalui penguasaan diri(puasa), menyadari kebesaranNya dengan memuji Dia.. Dan Alkitab yang mengarahkan apa yg harus kita taati.. Dan kepada kehendakNya yg tertulis dalam kitab itulah kita menundukkan kehendak diri kita sendiri. Sehingga tubuh dan hidup yg layak itulah yg menjadi persembahan terbaik kita kepada Roh...



That's SPIRITUALITY.


Model yg boleh kita angkat dalam hal ini adalah Yesus dan Petrus..

Yesus dikatakan berspiritualitas bukan karena ia membaca Alkitab setiap hari, melainkan karena ia telah menundukkan diriNya kepada keinginan Bapa. Sehingga Roh berkenan kepadaNya. Spiritualitas Yesus membuat Yesus menunjukkan hal2 besar dan mujizat kepada manusia, sehingga lewat pekerjaan Roh itu, manusia menjadi percaya.. Kemudian Petrus... Petrus juga menundukkan dirinya kepada kehendak Roh ( kis. 2), membiarkan Roh masuk, berdiam dan berkata2 lewat diriNya, sehingga ia melakukan hal besar dan 3.000 orang percaya... Hal besar itu bukan pekerjaan Petrus, melainkan pekerjaan Roh..


 Dan spiritualitas Kristen bukan untuk membuat orang melihat bahwa kita saleh, tapi untuk membuat orang menjadi Percaya...

Comments

Popular posts from this blog

Bongkahan Hati yang Ternyata Tidak Pernah Hancur

AKU MASIH DI LINGKARAN YANG SAMA

Tentang Pria yang Sama